Siapa yang tidak kenal dengan Kue Pastel? Pastinya sudah banyak yang mengetahui jenis kue satu ini. Hampir seluruh wilayah di Indonesia memang sangat mudah menjumpai jenis kue kering satu ini. Kue Pastel dibuat menggunakan bahan dasar tepung terigu yang kemudian didalamnya disisipkan dengan berbagai bahan yang lain, salah satunya abon sapi.
Pastel isi abon memiliki rasa yang enak dan juga nikmat. Teksturnya yang garing dan renyah ketika dinikmati membuat penikmatnya menjadi ketagihan. Kue pastel sendiri sebenarnya merupakan jajanan pasar yang penyajiannya sangat sederhana namun memiliki kenikmatan rasa yang khas tersendiri. Kue kering satu ini banyak yang menggemari mulai dari anak-anak, remaja, sampai dewasa. Biasanya jenis kue kering ini memang sering disuguhkan ketika lebaran tiba.
Dalam Pengolahannya sendiri juga terbilang cukup mudah dan bahan yang dibutuhkan juga mudah didapatkan dipasaran dengan harga yang terjangkau. Mudahnya dalam mengolah kue pastel isi abon memang bisa dimanfaatkan sebagai kegiatan usaha yang menguntungkan. Peluang usaha pastel isi abon memang memiliki prospek usaha yang masih bagus dan patut untuk dikembangkan
Resep Membuat Pastel Isi Abon
Bahan-bahan yang dibutuhkan:
- Telur ayam 1 butir
- Air bersih 50-70 ml
- Tepung terigu 250 gram, kualitas bagus
- Margarine 50 gram
- Garam halus secukupnya
- Penyedap rasa secukupnya
- Minyak goreng secukupnya
- Abon sapi 150 gram
Cara Membuat Pastel Isi Abon:
- Tuangkan tepung terigu pada wadah dan tambahkan garam. Aduk merata
- Pecahkan telur dalam wadah berisi campuran tepung dan garam, lalu aduk merata
- Lelehkan margarine dan tuangkan pada adonan dalam wadah secara perlahan. Aduk merata
- Kemudian disusul dengan menambahkan air pada adonan sambil diaduk merata dan menjadi kalis.
- Setelah menjadi adonan, tekan hingga pipih dengan menggunakan roll, botol kaca, atau juga bias juga dengan menggunakan alat penggiling jika ingin lebih praktis
- Setelah adonan menjadi pipih datar, letakan abon sapi pada bagian tengah adonan lalu bulatkan. Kemudian bentuk adonan dengan dicetak sesuai keinginan anda dan letakkan hasilnya pada wadah yang sudah diberi taburan tepung
- Panaskan minyak dan goreng pastel sampai matang. Angkat dan tiriskan
- Kue pastel isi abon siap dinikmati
CARA MEMBUAT TITIK-TITIK
PADA DAFTAR ISI
SECARA OTOMATIS
1. Bukalah program
microsoft office sehingga muncul lembar kerja yang masih kosong. Lalu, pastikan
batang “ruler” yang ada pada lembar kerja dalam keadaan aktif. Jika belum
aktif, aktifkan dengan memilih menu “view” lalu beri centang pada “ruler”,
seperti gambar di bawah :
2. Pada lembaran kerja
yang masih kosong, pada baris pertama ketikkan “DAFTAR ISI”. Pada baris kedua,
ketikkan “KATA PENGANTAR”. Pada posisi kursor sebaris dengan KATA PENGANTAR,
klik pada area batang ruler yang berwarna putih sehingga muncul tanda seperti
huruf “L” berwarna hitam. Buatlah tanda tersebut sebanyak 2 buah, dan aturlah
posisinya seperti gambar berikut:
3. Langkah selanjutnya
adalah klik dua kali salahsatu tanda “L” yang berwarna hitam di atas hingga
muncul jendela seperti di bawah ini:
4. Lalu aturlah hal-hal sebagai berikut :
Nilai pada tab stop position abaikan
Nilai pada default tab stops abaikan
Pada Alignment klik “Right”
Lalu Klik tombol Set
Nilai angka-angka yang lain abaikan
Lalu Klik OK
5. Setelah itu,
perhatikan bahwa salah satu tanda “L” berganti posisi menjadi seperti “L”
terbalik sebagaimana gambar berikut:
6. Langkah
selanjutnya, masih pada posisi kursor sebaris dengan KATA PENGANTAR, pada papan
keyboard tekan tombol Tab, sehingga posisi kursor meloncat pada tanda “L”
terbalik, lalu tekan tombol titik pada keyboard sehingga titik-titik memenuhi
tanda L terbalik menuju KATA PENGANTAR. Atur agar titik-titik tidak menabrak
KATA PENGANTAR dan tidak berlebihan keluar dari tanda L terbalik sebagaimana
gambar berikut :
7. Langkah
selanjutnya adalah tekan sekali lagi tombol Tab pada papan keyboard, sehingga
kursor meloncat pada tanda L yang kedua, lalu isikan angka halaman untuk KATA
PENGANTAR (biasanya halaman i). Selesai membuat titik-titik
dan mengisi nomor halaman pada KATA PENGANTAR, selanjutnya tekan tombol enter,
maka tanda L yang telah anda buat pada langkah sebelumnya akan terbawa pada
baris selanjutnya. Artinya, Anda tidak perlu lagi mengulangi langkah di atas,
yang diperlukan adalah melanjutkan mengetik elemen dari DAFTAR ISI, seperti
DAFTAR ISI, ABSTRAK, dan lain-lain.
Perhatikan gambar di bawah
ini:
Catatan :
posisi tanda tab (L) di atas dapat anda atur dengan mendrag salah satu tanda
tab (L) lalu geser sesuai posisi yang diinginkan.
Pengaruh
Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan dan
Dimoderasi oleh Budaya
Abstak
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan adanya
pengaruh antar gaya kepemimpinan transformasional, kepuasan kerja, dan budaya
organisasi terhadap kinerja karyawan didalam institusi pendidikan di Indonesia.
Penelitian ini dilakukan berdasarkan riset terhadap survei yang dibeikan kepada
responden. Data utama didapatkan dari metode interview dan kuisioner baik
secara resmi yang bersifat administratif maupun tidak. Sampel pada penelitian
ini sebesar 320 yang dianalisis dengan metode dekskriptif, uji validitas, dan
reabilitas serta dianalisis menggunakan pemodelan Structural Equation.
Latar
Belakang
Kita melihat bahwa era globalisasi, perusahaan
multinasional, dan organisasi monolitik ini sama-sama mirip dengan
negara-negara yang memiliki hak mereka sendiri. Transformasi manajemen dalam
objek penelitian, dimana gaya kepemimpinan pertukaran pada khususnya akan
berdampak pada perubahan dalam kepuasan kerja dan kinerja karyawan. Khususnya,
perubahan manajemen ini akan berdampak pada semua organisasi dan karyawan di
bawah kantor pusat institusi.
Tinjauan
Literatur
Sumber
Daya Manusia
Sumber daya manusia adalah kemampuan manusiawi
manusia sendiri untuk mencapai kesejahteraan. Menurut Dessler (2003) peran
Human Resource Management (HRM) adalah mengatur dan menentukan program
kepegawaian yang mencakup hal-hal seperti: Pertama, menetapkan jumlah yang
berkualitas dan penempatan kerja sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Kedua,
dengan persyaratan perusahaan.
Kepemimpinan
Transformasional
Setiap pemimpin memiliki gaya
kepemimpinan yang tepat di perusahaan akan membawa kontribusi positif dalam
manajemen. Pemimpin transformasional dapat berhasil menggeser organisasi status
quo perilaku yang sesuai pada setiap tahap transformasi proses.
Budaya Organisasi
Robin
(2006) menyarankan bahwa budaya organisasi sering digambarkan dalam arti yang
dibagi, pola kepercayaan, symbol, ritual, dan mitos berkembang dari waktu ke
waktu dan berfungsi sebagai perekat yang memegang organisasi. Dalam pembentukan
dari budaya organisasi ada dua hal penting untuk catatan, yaitu unsur budaya
organisasi dan proses pembentukan budaya organisasi iu sendiri
Kepuasan
Kerja
Kepuasan kerja didefinisikan oleh bagaimana perorangan merasa
positif atau negatif tergantung berbagai faktor atau dimensi dalam linkungan
organisasi pekerjaan (Smith, Kendall,
dan Hulin, 2004). Ada dua faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja, yaitu faktor
karyawan dan faktor job. Faktor yang ada di karyawan yaitu kecerdasan (IQ,
kemampuan khusus, umur, jenis kelamin, kondisi fisik, pendidikan, pengalamn bekerja,
kepribadian, emosi, pemikiran , persepsi, dan etika bekerja). Faktor pekerjaan,
yaitu struktur organisasi, peringkat
(kelas), taktik, pengawasan mutu, keamanan finansial, peluang promosi,
interaksi sosial, dan hubungan kerja.
Kinerja Karyawan
Baron dan Greenberg (1990) menunjukan bahwa
kinerja individu juga mengacu pada kinerja pekerjaan, hasil kerja, dan kinerja
tugas. Ada empat unsur: hasil fungsi pekerjaan, faktor yang memperngaruhi
prestasi kerja karyawan, tercapainya tujuan organisasi, dan waktu tertentu.
Hipotesis
Chi, Yeh, dan Yu (2014) menyatakan bahwa
kepemimpinan transformasi memiliki dampak positif yang signifikan terhadap
kepuasan kerja. Hipotesis yang dianjurkan adalah H1 : Kepemimpinan akan
meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Dengan sosok yang kuat, motivasi dan
budaya dapat dibangun dari kinerja organisasi karyawan secara umum dan kinerja
khususnya. Hipotesis yang diajurkan adalah H2 : Kepemimpinan transformasional
akan meningkatkan kinerja karyawan. Karyawan yang telah puas dengan pekerjaan,
lingkungan kerja, dan kompensasi akan memiliki motivasi kerja yang tinggi yang akan
mendorong karyawan untuk meningkatkan kinerja dalam bekerja. Hipotesis yang
diajukan adalah H3: Kepuasan kerja akan meningkatkan kinerja karyawan. Budaya
organisasi adalah kepribadian organisasi yang harus mampu mendukung dan
mempengaruhi kepuasan karyawan dan kinerja karyawan serta dampak yang lebih
besar pada perkembangan budaya belajar sebelumnya. Hipotesis yang diajukan adalah
H4: Budaya organisasi akan meningkatkan
kinerja karyawan.
Desain
penelitian
Dalam penelitian ini, menggunakan Metode
Analisis Pemodelan Persamaan Struktural (SEM), dapat dilihat pengaruh dan
hubungan antara variabel eksogen dan endogen terkait permasalahan yang diteliti
(Dasqupta, 2006). Jumlah penduduk 2197, sampel dari 320 responden diambil
menurut indikator penelitian pengukuran yaitu jumlah sampel yang dikalikan
dengan indikator angka 5-10 kali (Ferdinand, 2006).
Hasil Penelitian
Tahap pertama dalam penelitian ini,
peneliti melakukan analisis validitas dan reabilitas dengan cara menyebarkan kuisioner
kepada 30 responden dalam objek penelitian yang memenuhi kriteria untuk
digunakan sebagai responden dalam penelitian ini. Analisis ini untuk mengetahui
apakah pengguna melakukan pengisian, menyusun pertanyaan dan bagian penting
lainnya dari kuesioner dapat dipahami dan memang secara akurat mewakili setiap
variabel yang diuji. Analisis validitas dan reabilitas menemukan 20 indikator
tidak valid atau dapat digunakan untuk penelitian lebih lanjut dan sisanya
adalah reliabilitas. Penelitian ini menggunakan pemodelan persamaan struktural
(SEM) dimana data responden dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak
analisis. Dari hasil analisis, kelompok satu ke kelompok tujuh beberapa tes
menunjukkan kompatibilitas yang cukup. Mereka adalah Chi Square, RMSEA, ECVI,
AIC dan CAIC, dan Fit Index. Ada hasil yang kurang sesuai dan sesuai marjinal
di antara hasil untuk GFI, AGFI dan Critical N. Dari hasil di atas, kita dapat
menyimpulkan kecocokan di seluruh model (goodness of fit) dalam model ini layak
dilakukan.
Implikasi
Manajerial
Berdasarkan hasil analisis dapat
dijadikan garis besar untuk beberapa implikasi manajerial, mereka telah
terbukti bahwa dalam penelitian ini ada pengaruh kepemimpinan transformasional
kerja dan kinerja karyawan serta budaya organisasi pada objek penelitian.
Kesimpulan
Dari hasil analisa, Analisa H1 dengan
t-nilai 12.27, menunjukkan bahwa pemimpin yang baik akan memiliki pengaruh
positif pada kepuasan kerja dan memiliki kontrol dalam aktivitas bisnis secara
umum. Analisis H2 dengan t-nilai 6.14, menunjukkan
bahwa kepemimpinan transformasional memiliki signifikansi positif terhadap
kinerja karyawan. Analisis H3 dengan t-nilai 3.62, menunjukan
bahwa kepuasan kerja dapat menjadi perantara hubungan antara kepemimpinan transformasional dengan kinerja
karyawan. Analisis H4 dengan t-nilai
5.83, yang menyatakan bahwa budaya organisasi merupakan hasil interaksi
antara sifat kebasaan yang memperngaruhi kelompok orang dalam organisasi. Secara
ringkas dapat disimpulkan bahwa: kepemimpinan transformasional berpengaruh
positif signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan, kepuasan kerja
memiliki efek mediasi positif antar hubungan dan kinerja karyawan. Keterbatasan
dalam penelitian ini hanya berfokus pada pengambilan sampel dalam satu pondasi
pendidikan dan belum mampu mewakili semua. Sarannya adalah studi selanjutnya
harus mengembangkan cakupan penelitian yang lebih luas dibeberapa dasar
pendidikan serupa sehingga bisa mewakili temuan yang lebih luas secara
nasional.
Reference:
Pratama, G. Effect of Transformational Leadership Towards Employee's Performance Through Satisfaction and Moderated by Culture. Jurnal Ekonomi Universitas Esa Unggul, 7(2).